Monthly Archives: April 2013

PRM KEDUNGPUJI BANGUN GEDUNG DAKWAH

Rabu , 11 April  2013

 

GEDUNG DAKWAH

PIMPINAN RANTING MUHAMMADIYAH  KEDUNGPUJI, GOMBONG

 

 

Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Kedungpuji telah melakukan sebuah inovasi besar dengan membangun sebuah gedung dakwah.

 Gedung yang berdiri diatas tanah seluas 420 M2 tersebut merupakan gedung dakwah pertama Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Gombong yang terletak di Desa Kedung Puji RT 5 / RW 3 Kecamatan Gombong, peletakan batu pertamanya oleh Ketua PCM Gombong Ir HM Yahya Fuad SE  pada hari Ahad 18/9.

Pembangunan Gedung Dakwah yang menurut rencana anggaran dananya  Rp. 314 juta tersebut adalah dari para donatur, menurut bendahara pembangunan (Bp. Sudiman) sementara  anggaran  baik berupa material, tenaga maupun uang terkumpul  dan terealisasi sekitar Rp. 55.429.000,-

Gedung Dakwah ini walaupun belum selesai pembangunannya tetapi sudah berfungsi untuk kegiatan Da’wah dan kegiatan kemasyarakatan antara lain:

 Kajian Islam untuk bapak-bapak setengah bulan sekali setiap Rabu malam Kamis, Kajian untuk anak anak (TPQ) setiap Kamis, Jum’at dan Sabtu, Kajian Remaja Putra setiap Ahad kedua dan Ahad ke empat, Kajian Remaja Putri setiap Ahad pertama dan Ahad ke tiga, maupun untuk kegiatan kemaslahatan warga dan kegiatan-kegiatan lainnya yang bermanfaat bagi masyarakat sela Munarsis yang sekarang menjadi Ketua PRM Kedungpuji.

 Adapun pelaksanaan pembangunan Gedung Dakwah ini  sekarang sedang memasang Plafond atap dan berikutnya keramik lantai sambil menunggu donatur yang akan menginfakkan sebagian hartanya, demikian tutur Waluyo selaku Pelaksana Pembangunan.

Tenaga kerja yang mengerjakan pemasangan plafon atap pun dari warga sekitar Gedung Dakwah yaitu Paino dan Didi, dengan harapan dapat lebih bermanfaat bagi pelaku pembangunan baik secara moril maupun materil.

Bagi para donatur yang ingin menginfakkan sebagian dari hartanya, PRM Kedungpuji masih menerima infak dalam bentuk apapun untuk kelanjutan pembangunan gedung dakwah tersebut.

Besar harapannya  tulisan ini bisa menjadi bahan perenungan  berbagai pihak untuk melihat secara langsung ke kelompok akar rumput dengan mengedepankan semangat dan perbaikan mentalitas untuk menuju Ummat yang berpijak kapada Al Qur’an dan As Sunnah.

 Selebihnya Allah Yang Maha Tahu, papar Munarsis dan  bisa di hubungi di nomor kontak simpati 0813  2840  0285.

Selaku ketua PRM Kedungpuji selama ini profesi pokoknya hanya sebagai TUKANG JAHIT  yang melayani seragam Kantor, seragam Sekolah, seragam Olahraga, Topi, Sablon dan Bordir Komputer.

 “Inovasi ini sangat baik sekali, mudah-mudahan dapat ditiru oleh ranting-ranting yang lain”,

 tutur Ir HM Yahya Fuad SE selaku Ketua PCM Gombong.

 

 

 

 

 

 

 

Kamis , 12 April  2013

 

PENGAJIAN RUTIN RABU MALAM

PIMPINAN RANTING MUHAMMADIYAH  KEDUNGPUJI, GOMBONG

 

Gedung Dakwah Pimpinan Ranting Muhammadiyah Kedungpuji ini walaupun belum selesai pembangunannya dengan ruangan yang sekarang sedang di pasang Plafond tetapi tetap di gunakan untuk kegiatan Da’wah yaitu pengajian yang tadi malam di isi oleh ustadz Ghozali S.Ag  

Dalam pemaparannya ustadz Ghozali S.Ag  meyakinkan peserta pengajian dengan mengutip Al Qur’an surat Ali Imraan ayat 10  bahwa:

 “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya ahli kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik”.

Sudah menjadi keharusan bagi kita bahwa ayat diatas semestinya memberi dorongan untuk mumunculkan ide-ide kreatif, inovatif dan produktif yang akan bisa mendorong kreasi baru dalam amaliah personal, keluarga maupun bermasyarakat dan da’wah paparnya.

Ada pertanyaan dari Bp. Tibyan tentang ide-ide kreatif menyangkut samakah nilai sholat jama’ah di Masjid dan Musholla? bahwa nilai sholatnya sama 27 derajat ujar ustadz Ghozali S.Ag

Namun berkembang ada pertanyaan dari Bp. Risman tentang adakah inovasi kreatif untuk sholat Tahyatul Musholla? ustadz Ghozali S.Ag memberikan kesempatan kepada peserta pengajian untuk berbagi pengetahuan.

Jumali selaku peserta pengajian juga menyampaikan pengetahuannya bahwa di arab tidak ada bangunan tempat ibadah seperti di sini jadi tidak ada perbedaan antara Masjid dan bangunan yang di bangun untuk tempat sholat (musholla istilah pengertian yang berkembang disini) beliau meminjam istilah yang pernah di sampaikan oleh Kyai Soleh Said bahwa istilah yang di gunakan untuk menamakan musholla istilah pengertian yang berkembang disini dengan nama Masjid asghor katanya.

Berbeda dengan yang di sampaikan oleh Munarsis juga peserta pengajian malam itu. Di masa Rasulullah Shalallahualaihi wassalam, yang dinamakan musholla adalah tanah lapang yang digunakan untuk shalat `Iedul Fithri dan `Iedul Adh-ha, juga shalat Istisqa dan lainnya.Lalu istilah musholla berkembang menjadi tempat shalat baik yang ada di dalam rumah, komplek atau di dalam gedung. Mushalla ini biasanya dipakai untuk shalat sunnah atau pun shalat wajib karena pertimbangan jauhnya masjid.Dan bila musholla telah resmi menjadi masjid, tentu saja semua ibadah yang berhubungan dengan masjid menjadi berlaku termasuk shalat tahiyatul masjid, karena belum di temukan petunjuk tentang Tahiyatul Musholla paparnya.

Musholla yang tidak di sepakati sebagai masjid, semegah apapun tetap saja sebagai musholla, bukan masjid.

Sedangkan bila tetap sebagai musholla, tentu saja tidak ada shalat tahiyatul musholla. Sebagaimana tidak ada shalat tahiyatul sari` (menghormati jalanan), yaitu pemandangan yang sering kita lihat dimana orang melakukan salat sunnah dua rakaat sebelum shalat `Iedul Fithri padahal dia shalat di jalan raya.

Adapun makna secara khusus dari masjid adalah tempat yang dipersiapkan selamanya untuk sholat dan kemudian dikhususkan lagi baik yang dibangun dengan menggunakan batu, tanah, semen ataupun yang belum dibangun.

Adapun musholla adalah tempat yang dipersiapkan tidak selalu untuk sholat. Seorang bisa sholat di situ jika tiba-tiba ia mendapatkan waktu sholat. Dan tempat ini tidak disebut dengan masjid.

Dalil dari itu adalah bahwa Rasulullah saw pernah melaksanakan sholat-sholat sunnah di rumahnya. Dan tempat yang dipakai untuk sholat itu tidaklah disebut masjid. Demikian pula ketika ‘Itban bin Malik mengajaknya Shalallahualaihi wassalam untuk sholat di salah satu bagian di rumahnya yang dijadikannya untuk tempat sholat, ini pun tidak disebut dengan masjid.

Jadi musholla adalah tempat yang tidak dikhususkan untuk sholat saja, seperti halnya musholla di rumah-rumah yang terkadang digunakan untuk sholat keluarga, dengan teman dan terkadang untuk belajar, menyambut tamu atau untuk aktivitas lainnya. Ini berarti juga bahwa seorang wanita yang sedang haidh atau nifas diperbolehkan masuk dan menetap di tempat seperti ini dan tidak diperlukan adanya sholat tahiyat masjid di sini.

Sedangkan masjid adalah tempat yang dikhususkan untuk sholat saja yang berarti disunnahkan bagi setiap orang yang memasukinya untuk melaksanakan sholat tahiyat masjid dan tidak boleh seorang wanita yang sedang haidh maupun nifas memasuki atau menetap di dalamnya. Termasuk dari masjid adalah bagian-bagian yang bersambung dengan ruangan masjid apabila memang bagian itu juga dipakai khusus untuk sholat.

Adapun Masjid Jami’ adalah masjid yang tidak hanya dipakai untuk melaksanakan sholat-sholat fardhu’ namun ia juga dapat mengumpulkan ummat untuk melaksanakan sholat jum’at.

Mengenai perbedaan lain dari mesjid dan musholla, dikatakan oleh ahli ilmu bahwa mesjid itu bersifat tetap hingga hari kiamat (waqf ila yaum as-sa’ah) sedangkan musholla bisa saja berubah dengan dijual,dibeli dan lain sebagianya.Dan juga dimesjid disyariatkan sholat dua rakaat tahiyatul masjid yang tidak pada tempat selain mesjid.Maka apabila tinggal dekat mesjid wajib sholat berjama’ah disana,dan tatkala keberadaannya jauh dan tidak mendengar adzannya maka tidak mengapa sholat di musholla (Fatwa Syaikh Sholeh Al-Munajjid)

Pengajian di akhiri bahwa perbedaan persepsi selama bukan dalam kontek ushul (pokok) agama adalah merupakan rahmah dari Alloh subhanahu wa ta’ala tinggal cara menyikapinya untuk tidak berujung pada Tafarruq karena hanya persoalan Furu’ (Red) dan pengajian tutup pukul 22.00 wib.

 

PELATIHAN WIRAUSAHA PRM KEDUNGPUJI

 Sebagai upaya dalam mewujudkan masyarakat yang mandiri Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Kedungpuji memberikan dukungan fasilitas ruangan Gedung Dakwah kepada Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) SEJAHTERA Desa  Kedungpuji  Kec. Gombong  Kab. Kebumen yang mempunyai  kegiatan sosial pelatihan motivasi wirausaha dan teori produksi kaoskaki  dengan anggaran Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) PNPM-MP P2KP tahun 2012 di cairkan April 2013 dengan dana dari BLM sejumlah Rp. 15.000.000,- dan swadaya KSM Rp. 6.132.000,-.

  KSM SEJAHTERA ini di ketuai oleh Bapak Suyono. Jumlah peserta atau penerima manfaat pelatihan  ini yaitu 30 orang yang terdiri dari warga miskin. KSM membatasi jumlah peserta pelatihan karena telah disesuaikan dengan anggaran yang telah di tentukan. Peserta pelatihan ini adalah  mereka  yang ingin mendapatkan ilmu dan skill tentang cara memproduksi dan mengelola usaha kaoskaki.

Pelatihan  ini dilaksanakan selama 24 hari yaitu dari tanggal 15 April s/d 11 Mei 2013 yang bertempat di Pabrik Kaoskaki milik Munarsis yang merelakan pabriknya untuk praktek pelatihan dalam penanggulangan kemiskinan di Desanya, dengan narasumber Teknisi dan Operator  Bpk. Suparno  yang juga bekerja di PRISMA KNITTING Shock’s.

Di hari pertama motivasi wirausaha di isi oleh motivator  binaan Enterpreneur University angkatan 11 Bpk. Munarsis  yang punya nomor simpati 0813 2840 0285, materi  pertama menjelaskan tentang REFORMASI MINDA atau perubahan paradigma berpikir  yang pembahasannya  meliputi PERUBAHAN BERPIKIRYAKNI:

“DARI BERPIKIR  MENCARI PEKERJAAN MENJADI BERPIKIR  MENCIPTAKAN PEKERJAAN!”

Materi selanjutnya cara mengatur kas, proses produksi, aspek marketing, faktor pendukung usaha, faktor penghambat dalam proses awal membangun bisnis,mitos – mitos yang salah dalam berbisnis,memahami cara mengelolabisnis dan JJS (Jurus Jitu Sukses).

Bahkan sampai ide bisnis pun di sampaikan supaya tidak terjebak pada pola yang sama dengan mengutip perkataan Albert Einstein: “Hanya orang GILA yang mengharapkan HASIL yang BERBEDA tetapi menggunakan CARA yang SAMA.”

Pimpinan Ranting Muhammadiyah Kedungpuji menyampaikan sepatah dua patah kata sebagai tanda ucapan persaudaraan  atas antusias dan dukungan semua pihak sehingga pelaksanaan acara ini dapat terlaksana di Gedung Da’wah yang belum jadi ini.

 

Dalam sambutannya beliau mengutip  MUQADDIMAH ANGGARAN DASAR MUHAMMADIYAH yang berbunyi:

“Saya ridla: Ber-Tuhan kepada ALLAH, ber-Agama kepada ISLAM dan ber-Nabi kepada MUHAMMAD RASULULLAH Shalallahu ‘alaihi wassalam”. AMMA BA’DU,

Bahwa sesungguhnya ke-Tuhanan itu adalah hak Allah semata-mata. Ber-Tuhan dan ber’ibadah serta tunduk dan tha’at kepada Allah adalah satu-satunya ketentuan yang wajib atas tiap-tiap makhluk, terutama manusia.Hidup bermasyarakat itu adalah sunnah (hukum qudrat iradat) Allah atas kehidupan manusia di dunia ini.

Masyarakat yang sejahtera, aman damai, makmur dan bahagia hanyalah dapat diwujudkan di atas keadilan, kejujuran, persaudaraan dan gotong-royong, bertolong-tolongan dengan bersendikan hukum Allah yang sebenar-benarnya, lepas dari pengaruh syaitan dan hawa nafsu.

Agama Allah yang dibawa dan diajarkan oleh sekalian Nabi yang bijaksana dan berjiwa suci, adalah satu-satunya pokok hukum dalam masyarakat yang utama dan sebaik-baiknya”.

 

Masyarakat yang sejahtera, aman damai, makmur dan bahagia sebagaimana tersebut dalam Muqoddimah Anggaran Dasar Muhammadiyah merupakan salahsatu titik pangkal untuk penanggulangan kemiskinan.

Maka adanya kegiatan yang di selenggarakan oleh KSM SEJAHTERA sangat perlu mendapat dukungan dari berbagai pihak, walaupun Gedung Da’wah ini belum jadi kami Pengurus Pimpinan Ranting Muhammadiyah Kedungpuji menyambut baik kerja sama yang telah di lakukan oleh KSM SEJAHTERA dan pihak pihak terkait papar Sudiman yang mewakili PRM.

Unit Pengelola Sosial (UPS)  BKM KEDUNG JAYA  Puji Rismanto menyampaikan, pelatihan produksi kaoskaki  bagi warga kurang mampu / warga akar rumput itu merupakan salah satu program pemberdayaan masyarakat dengan tujuan agar masyarakat bisa mandiri dan mampu berusaha guna meningkatkan taraf hidupnya.

“Mereka kita latih dengan tenaga pengajar yang cukup berpengalaman. Kita berharap setelah pelatihan ini selesai, peserta dapat meningkatkan hasil produksinya dan dapat meningkatkan hasil pendapatan ekonomi,” kata Bpk. Puji Rismanto.

Agar Kegiatan ini berjalan dengan baik, maka melibatkan berbagai pihak antara lain RT setempat, unsur desa, UPS, BKM KEDUNG JAYA serta Fasilitator bahkan Asisten kota Kebumen dalam Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat – Mandiri Perkotaan (PNPM-MP) Mas Ambon demikian nama familier panggilannya berkenan hadir untuk memberikan sambutan pada acara pembukaan pelatihan.

 Diharapkan dengan adanya kegiatan pelatihan ini dapat meningkatkan produktifitas ekonomi masyarakat, dan mengajak masyarakat untuk bermimpi besar sehingga setidaknya dapat menjadi motivasi untuk bangkit menuju peningkatan pendapatan sehingga bisa menurunkan angka kemiskinan sesuai dengan tujuan program PNPM – MP P2KP yaitu penanggulangan kemiskinan dan mewujudkan impian masyarakat yang sejahtera papar Ambon dalam sambutannya.