Category Archives: Ortom

PEMUDA MUHAMMADIYAH GOMBONG SELENGGARAKAN SHALAT IDUL FITRI 1432 H


Suara itu bersumber hanya dari satu masjid. Masjid al Ikhlas Purbowangi, begitulah orang biasanya menyebut. Meski hanya dari satu masjid, namun suaranya cukup keras bisa didengar dari mana-mana. Terhitung ada 8 buah horn yang dipasang. Dihadapkan ke seluruh penjuru mata angin. Pantas saja suaranya keras sampai menembus jarak puluhan kilometer.  Dan dipasang di tempat yang tinggi sehingga wajar jika dari kejauhan orang bisa mendengar suara takbir yang menggema.

Dari sumber suara nampak kerumunan anak kecil dengan dipimpin oleh satu orang dewasa mengumandangkan takbir bersama-sama. Malam yang penuh kegembiraan nampaknya bagi anak-anak itu. Mungkin karena anak-anak itu tidak berfikir harus mengeluarkan uang untuk beli baju, beli snack lebaran, beli kebutuhan pokok dan yang jelas mereka tidak berfikir tentang perbedaan lebaran sebagaimana yang diperdebatkan oleh kalangan elit.

Sementara yang muda-muda terlihat sibuk mengangkat sound system dan peralatan-peralatan lainnya guna menyiapkan Shalat Idul Fitri pada pagi harinya. Lebaran kali ini memang terjadi perbedaan antara Muhammadiyah dan Pemerintah, oleh karena itu Pemuda Muhammadiyah Gombong bertekad untuk mensukseskan pelaksanaan Shalat Idul Fitri 1432 H sebagaimana yang telah diagendakan pada jauh-jauh hari sebelumnya. Agar nampak meriah semua horn milik Pemuda Muhammadiyah dikeluarkan guna memeriahkan malam takbiran.

Shalat Idul Fitri dilaksanakan pada pagi harinya di halaman masjid. Shalat dimulai pada pukul 06.45 WIB. Bertindak sebagai khatib sekaligus Imam, Heri Pramono yang sekaligus adalah ketua Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah Gombong. Dihadiri oleh ratusan jama’ah yang terdiri dari masyarakat sekitar, para pemudik, karyawan rumah sakit, dan sebagian dari anggota Pemuda Muhammadiyah Gombong.

Dalam kesempatan khutbahnya, Heri Pramono menjelaskan tentang perbedaan hari raya Idul Fitri 1432 H. Perbedaan hari raya Idul Fitri seperti sekarang ini tidak semata-mata disebabkan oleh persoalan rukyah VS hisab namun lebih kepada persoalan kriteria yang digunakan oleh masing-masing ormas dan lembaga pemerintah untuk menentukan apakah hilal sudah muncul atau belum jelasnya. Sebagai contoh, Muhammadiyah menggunakan hisab wujudul hilal atau sering disebut juga ijtimak qablal ghurub, dimana berapapun tinggi hilal jika matahari lebih dulu tenggelam maka besoknya dipastikan lebaran. Lain halnya dengan pemerintah (Depag) yang menggunakan imkanur rukyat. Yaitu hilal dikatakan sudah muncul jika sudah di atas 2 derajat. Oleh karena itu, sering kali terjadi perbedaan dalam pelaksanaan hari raya.

Pada kesempatan itu juga, ketua Pemuda Muhammadiyah Gombong ini  menegaskan bahwa tidak perlu memperpanjang masalah perbedaan Idul Fitri, toh semua memiliki hujjah yang tidak bisa dilemahkan dengan mudah. Yang penting saling menghormati dan mengedepankan toleransi. Karena yang terbaik bukanlah yang lebih dahulu Idul Fitri ataupun yang belakangan, namun yang terbaik di mata Allah adalah yang paling banyak bermanfaat bagi orang lain. Saat ini ada hal yang justru harus mendapat perhatian penuh bagi kita semua, yaitu menghilangkan budaya korupsi. Budaya korupsi sudah menjadi panorama yang sangat menyesakan dada, imbuhnya. Maka dari sekarang ini budaya korupsi harus dihilangkan, mulai yang terkecil, seperti mengurangi timbangan, mengurangi takaran bensin, dan lain-lain.

Jika membaca hadits-hadits nabi tentang pertanyaan para sahabat kepada Rasulullah berkaitan dengan amalan yang utama, maka sering kali Rasulullah menjawab sesuai dengan kondisi pada saat itu misalnya beliau mengatakan amalan yang paling utama adalah jihad fisabilillah dan shalat tepat pada waktunya. Namun pada kesempatan lain beliau menjawab jihad dan berbakti kepada orang tua. Maka saya membayangkan jika saya bertanya kepada Nabi, saat ini amaln apa yang paling utama beliau akan menjawab : “amal yang paling utama adalah tidak korupsi, memberantas korupsi dan membuka lapangan pekerjaan sebanyak-banyaknya” imbuh Heri Pramono.

Khutbah diakhiri dengan berdoa bersama untuk kebaikan kaum muslimin, kemakmuran negara Indonesia. Usai khutbah dilanjutkan dengan saling berjabat tangan antar jama’ah. Setelah itu barisan Pemuda Muhammadiyah Gombong berberes-beres dan dilanjutkan dengan silaturrahmi ke rumah tokoh dan sesepuh Muhammadiyah di Gombong.

Darul Arqam Dasar Mahasiswa Baru STIKes Muhammadiyah Gombong

DARUL ARQAM DASAR
MAHASISWA BARU STIKES MUHAMMADIYAH GOMBONG

Setiap organisasi pasti membutuhkan suatu pengkaderan untuk menciptakan penerus dan pemerkokoh suatu proses perjuangan organisasi, oleh karena itu Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah akan mengadakan pengkaderan untuk mencari bibit baru penerus perjuangan yang berkualitas berpribadi religiusitas, intelektualitas, humanitas sesuai dengan trilogy imm.

Kegiatan darul arqam dasar(DAD) untuk mahasiswa baru STIKes muhammadiyah gombong akan dilakukan pada hari senin-sabtu, 19-24 September 2011. Yang akan dibagi menjadi 3 gelombang, dengan penjadwalan senin-selasa(D3 Kebidanan), rabu-kamis(D3 Keperawatan), jumat-sabtu(S1 keperawatan) dan untuk kegiatan DAD 2011 ini akan di ikuti oleh mahasiswa baru sejumlah 330 mahasiswa. Dalam kegiatan ini kami mendapatkan kontribusi yang luar biasa dari pihak kampus baik dukungan moral/material.

Dan kami segenap panitia DAD 2011 meminta Doa Restu dan kerjasama dari semua pihak agar kegiatan ini bias berjalan lancar,Amin.

 

Mars IMM

Ayolah..ayo..ayo

Derap derukan langkah

Dan kibar geleparkan panji-panji

Ikatan mahasiswa muhammadiyah

Sejarah umat telah menuntut bukti

Ingatlah …ingat..ingat..

Niat tlah diikrarkan

Kitalah cendekiawan berpribadi

Susila cakap taqwa kepada tuhan

Pewaris tampuk pimpiman umat nanti

Immawan dan immawati

Siswa teladan

Putra harapan

Penyambung hidup generasi

Umat islam seribu janji

Pendukung cita-cita luhur

Negri indah adil dan makmur……..