Category Archives: Pemuda Muhammadiyah

PEMUDA MUHAMMADIYAH GOMBONG ADAKAN RAPAT KERJA CABANG

Sadang, Pemuda Muhammadiyah Gombong baru-baru ini melaksanakan rapat kerja Pimpinan yang diselenggarakan pada Sabtu-Ahad 1-2 Oktober 2011. Bertempat di SMP Muhammadiyah Sadang dengan peserta sebanyak 28 orang terdiri dari anggota pleno dan anggota bidang Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah Gombong periode 2011-2015. Acara ini sengaja diselenggarakan di luar kecamatan Gombong dengan tujuan agar peserta bisa fokus membahas rencana kerja dalam satu periode mendatang tanpa dibebani keinginan untuk pulang ke rumah masing-masing.

Kegiatan rapat kerja diawali dengan touring dari Gombong ke Sadang menggunakan sepeda motor. Acara torung dilaksanakan selama kurang lebih 2 jam perjalanan dari Gombong sampai Sadang. Disamping karena perjalanan sore sampai malam, juga karena faktor jalan yang cukup sulit sehingga sempat nyasar sehingga perjalanan memakan waktu yang cukup lama.

Hadir dalam kesempatan raker bapak Abduh Hisyam ketua PDM Kebumen untuk memberikan pencerahan mengenai motivasi berMuhammadiyah. Beliau menuturkan banyak orang yang aktif dalam persyarikatan Muhammadiyah namun masing-masing memiliki motivasi yang berbeda. Diantaranya orang yang aktif di Muhammadiyah dengan tujuan untuk bersosialisasi, karena keluarga, karena aturan di tempat kerja yang mengharuskan karyawan atau pegawai harus aktif di Muhammadiyah, ada juga yang karena ingin bekerja di Muhammadiyah sehingga aktif di Muhammadiyah, agar dekat dengan tokoh Muhammadiyah. Semua itu sah-sah saja dan boleh-boleh saja menjadi motivasi berMuhammaiyah. Namun yang sesungguhnya yang menggerakkan orang-orang untuk aktif di Muhammadiyah adalah adanya kesamaan ide.  Ada fikrah (gagasan/pemikiran) yang sama.   Muhammadiyah adalah tempat berkumpul dan disemainya ide-ide islam yang berkemajuan (progresif).  Muhammadiyah merumuskan pemahaman Islam yang  berlandaskan al-Qur’an dan sunnah namun  menggunakan penalaran akal dalam memahaminya.   Ide seperti ini tidak akan ditermia di sementara kalangan umat Islam.  Inilah bedanya Muhammadiyah dengankelompok muwahidun (sejak tahun 1970-an dsebut salafi).  Muhammadiyah pada dasarnya adalah salafi,  namun memberi tempat kepada penalaran akal.  Sementara kelompok yang menyebut dirinya salafi, sama sekali tidak memebri tempat kepada penalaran akal.   Agama yang menggunakan penalaran akal dalam memahami Kitab sucinya dalah agama yang dewasa.

Pada kesempatan rapat kerja PCPM Gombong dimanfaatkan juga untuk silaturrahim dengan PCPM Sadang, PCPM Kebumen, dan PCPM Pejagoan. Disamping acara silaturrahim diselenggarakan juga sarasehan dengan tema “meningkatkan daya kritis Pemuda Muhammadiyah”. Hadir sebagai pembicara dalam kesempatan tersebut Agus Hasan Hidayat selaku ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kebumen dan Mulan Annafaty mantan ketua PDPM Kebumen.

Dalam rapat kerja PCPM Gombong diputuskan dalam 4 tahun masa periode PCPM Gombong, dibagi 4 periode tahunan yaitu pada tahun pertama Pemuda Muhammadiyah Gombong akan fokus kepada pendirian ranting Pemuda dan mendirikan halaqah  pengajian sebanyak-banyaknya di sekitar Gombong dan Sempor. Pada tahun kedua Pemuda Muhammadiyah Gombong akan fokus kepada gerakan pemberdayaan ekonomi pemuda dan gerakan ekonomi masyarakat. Pada tahun ketiga pemuda akan fokus kepada pengkaderan formal pemuda dan profesionalisasi outbond. Pada tahun terakhir masa kepemimpinan pemuda Muhammadiyah Gombong periode 2011-2015 akan fokus kepada gerakan peduli bencana, memperbanyak pelatihan dan melebarkan sayap pemuda Muhammadiyah.

PEMUDA MUHAMMADIYAH DAN JORNA BAND MEMPELOPORI NGOBBROL BARENG BERSAMA PAKAR

Gombong, group musik kentongan Jorna Band dikomando oleh Suratno (Pak Nano) Ketua Ranting Muhammadiyah Klopogodo baru saja tampil dalam acara ngobrol bersama pakar yang bertema “orang miskin dilarang sekolah”. Dilaksanakan pada Sabtu 24/9 bertempat di kediaman Ust. Mundir Hasan, S.Pd Gang Bogowonto-Wero. Acara ini dipelopori oleh Ust. Mundir Hasan dan didukung oleh Pemuda Muhammadiyah Gombong.

Acara ini diikuti oleh orang-orang pinggiran seperti petani, kuli bangunan, penarik becak dan para “mustadl’afin “ lainnya. Selain itu, hadir pula dari kalangan guru, mahasiswa dan aktifis ormas. Mundir Hasan mengatakan, acara ini dimaksudkan untuk mencerdaskan orang-orang pinggiran dengan metode yang nyantai dan menyenangkan. Sehingga meski semuanya lelah ngobrol-ngobrol gayem terus sampai tidak terasa waktu menunjukan jam 23.30 WIB. Acara ini direncanakan akan rutin dilakukan setiap bulan pada malam Ahad ke empat.